Photo Album Geopark Sawahlunto

Sumber gambar: https://id.wikipedia.org/wiki/Lubang_Suro
Lubang Tambang Mbah Soero

Lubang Tambang Mbah Soero adalah salah satu objek wisata sejarah yang terletak di kelurahan Tanah Lapang, Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, Indonesia. Terowongan sepanjang 185 meter ini dibangun pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, tahun 1898. Sejak tahun 1898 hingga 1932, kegiatan penambangan batu bara di kota Sawahlunto masih menggunakan terowongan ini. Namun untuk keperluan wisata, pemerintah daerah setempat merenovasi terowongan ini menjadi tempat yang layak dikunjungi baik dari segi keamanan maupun kemudahan mencapai area dibawah tanah dengan membangun anak-anak tangga. Renovasi mulai dilakukan dari 27 Juni 2007 hingga Desember 2007. Kemudian diresmikan sebagai objek wisata pada 23 April 2008. Keasliannya yang masih tetap dipertahankan, dapat dilihat dari bagian atap dan dinding yang terbuat dari batu bara.

Lubang Tambang Mbah Soero

Lubang Tambang Mbah Soero adalah salah satu objek wisata sejarah yang terletak di kelurahan Tanah Lapang, Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, Indonesia. Terowongan sepanjang 185 meter ini dibangun pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, tahun 1898. Sejak tahun 1898 hingga 1932, kegiatan penambangan batu bara di kota Sawahlunto masih menggunakan terowongan ini. Namun untuk keperluan wisata, pemerintah daerah setempat merenovasi terowongan ini menjadi tempat yang layak dikunjungi baik dari segi keamanan maupun kemudahan mencapai area dibawah tanah dengan membangun anak-anak tangga. Renovasi mulai dilakukan dari 27 Juni 2007 hingga Desember 2007. Kemudian diresmikan sebagai objek wisata pada 23 April 2008. Keasliannya yang masih tetap dipertahankan, dapat dilihat dari bagian atap dan dinding yang terbuat dari batu bara.

Puncak Polan

Ketika sampai di Kota Sawahlunto pengunjung dapat melihat sebuah plang berukuran besar berwarna keemasan bertuliskan SAWAHLUNTO yang melekat pada puncak sebuah bukit. Bukit tersebut ialah Bukit Polan, salah satu bukit yang memagari kota yang pernah memiliki kandungan batu bara melimpah ini. Bukit Polan atau dikenal juga dengan sebutan Puncak Sugai.Di Puncak Polan pengunjung bisa melihat sunrise namun tidak utuh karena terhalang oleh punggungan Bukit Barisan jadi hal yang paling menyenangkan untuk dilakukan disini adalah memandang keindahan Kota Sawahlunto dari ketinggian. Selain itu pengunjung juga bisa melihat bangunan – bangunan yang menghiasai kota ini seperti Masjid Nurul Al – Iman dengan menaranya yang tinggi, Kantor Bukit Asam, Pasar Sawahlunto dengan atap toko – tokonya yang berbentuk gonjong serta lapangan ombilin.

Puncak Batu Runciang

Secara agraris kecamatan Silungkang termasuk kedalam wilayah adminitratif Kota Sawahlunto. Di Sawahlunto ini banyak terdapat objek wisata yang wajib dikunjungi, mulai dari wisata alam, wisata sejarah dan wisata lainnya, salah satunya adalah pemandangan Silungkang dari ketinggian yakni dari Puncak Batu Runciang. Untuk menuju lokasi ini tidaklah terlalu rumit dibandingkan dengan perjalanan menuju Danau Biru Sawahlunto. Jalan masuk menuju lokasi Puncak Batu Runciang, pas terletak di tepi jalan raya lintas sumatera yakni di simpang jalan Puskesmas Silungkang berdekatan dengan jembatan. Dari jalan masuk di tepi lintas menuju lokasi berjarak sekitar 3,5 kilometer. Sebaiknya menggunakan kendaraan roda dua dikarenakan jalan sedikit sempit, namun dengan kendaraan roda empat juga bisa tapi harus ekstra hati-hati. Untuk masuk ke lokasi tidak di kenakan biaya, dan parkir sepeda motor Rp. 2000 untuk mobil mungkin sekitar Rp. 3000-5000.

Komite Nasional Geopark Indonesia adalah wadah koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi antarlembaga pemerintah dalam rangka penetapan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, pengelolaan, serta pembinaan dan pengawasangeopark.

Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman
Jalan M.H. Thamrin No.8, Menteng, Jakarta Pusat
DKI Jakarta 10340, Indonesia

+6221 2395 1100 ext. 1571
idgeoparks@maritim.go.id
Anggota KNGI :