Photo Album Ciletuh UNESCO Global Geopark

Sumber gambar:
Kebun Buah Naga

Budidaya Hayati di kawasan Geoarea Ciletuh, memiliki potensi yang cukup besar untuk pertumbuhan perekonomian masyarakat. Area budidaya nya terletak di luar kawasan konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Aneka ragam hayati yang dikembangkan oleh masyarakat di sekitar kawasan dibedakan atas kelompok: Tanaman Pangan; Hortikultura; Perkebunan dan Biofarmaka. Tanaman pangan berupa sawah dan ladang aneka jenis padi yang berwarna putih, merah dan hitam. Kawasan tanaman pangan berupa sawah dan ladang cukup luas tersebar di desa-desa diKecamatan Ciemas dan Ciracap. Sumber: http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org/kawasan-budidaya/

Kebun Buah Naga

Budidaya Hayati di kawasan Geoarea Ciletuh, memiliki potensi yang cukup besar untuk pertumbuhan perekonomian masyarakat. Area budidaya nya terletak di luar kawasan konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Aneka ragam hayati yang dikembangkan oleh masyarakat di sekitar kawasan dibedakan atas kelompok: Tanaman Pangan; Hortikultura; Perkebunan dan Biofarmaka. Tanaman pangan berupa sawah dan ladang aneka jenis padi yang berwarna putih, merah dan hitam. Kawasan tanaman pangan berupa sawah dan ladang cukup luas tersebar di desa-desa diKecamatan Ciemas dan Ciracap. Sumber: http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org/kawasan-budidaya/

Tari Calung

Pada kesenian Tari Calung, musik dan tarian tradisional saling melengkapi dengan instrumen yang terbuat dari bambu dan kayu. Seni pertunjukan dibawa selama musim perayaan Festival Ciletuh, Hajat Laut atau perayaan laut, dan Hari Nasional. Seni-seni itu termasuk Gondang, Buncis, Angklung, Geblug, Reog, Calung, Gendang Penca, Degung, Badawang, Kuda Lumping, Wayang Golek (pertunjukan boneka), dan seni bela diri Pencak Silat versi Sunda. Sumber: http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org/en/traditions-and-art/

Batik Pakidulan

Kerajinan batik pakidulan terinspirasi dari keindahan pesona alam pakidulan di Kabupaten Sukabumiā€Jawa Barat, Indonesia. Batik pakidulan berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat,di Purwasedar Kecamatan Ciracap. Kerajinan ini merupakan hasil pengembangan karya seni batik ramah lingkungan dikembangkan dibawah binaan CSR PT Bio Farma. Sumber: http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org/batik-pakidulan/

Kampung Lamping Girimukti

Kawasan Ciletuh, di masa lalu merupakan bagian dari wilayah yang mendapat pengaruh dari keberadaan kesatuan adat Kasepuhan Banten Selatan. Menurut laporan masyarakat bahwa sampai dengan awal abad 20, di Ciletuh masih dijumpai “leuit-leuit” atau rumah khusus terbuat dari kayu dan bambu tempat penyimpanan padi secara adat. Saat ini sisa-sisa area kampung adat terletak di Kampung Lamping Desa Girimukti, Makam Mbah Durak di Desa Mekarjaya, dan Kampung Cipondok, Kecamatan Waluran.  Sehingga kawasan tersebut harus di lestarikan sebagai kampung adat leluhur masyarakat di kawasan Ciletuh. Sumber:http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org/sejarah-dan-situs-budaya/

Gua Laut Sodongparat

Gua laut Sodongparat terletak di tanjung pantai Cikepuh dengan panjang sekitar 7 meter . Saat air pasang gua dapat diakses menggunakan kano, sedangkan saat surut gua dapat dilalui dengan berjalan kaki. Batuan ophiolit dalam gua tersebut terdiri dari tekstur Gabbro dan amphibolit yang sangat kasar.

Pantai Legonpandan

Pantai Legonpandan di kenal sebagai pantai Karang Antu,terletak di desa Mandrajaya, dan ditempuh sekitar 25 menit dengan perahu dari pantai Cikadal. Di sepanjang pesisir pantai ini dapat di lihat berbagai bentuk batuan unik yang menyerupai binatang, seperti batu Badak, Kodok, Kerbau, hingga Pagar. Adapun suatu pulau yang bernama Karang Antu, yang hanya bisa terlihat pada saat surut. Sumber: http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org/pantai-legonpandan/

Air Terjun Curug Sodong

Curug Sodong adalah salah satu air terjun yang berada di kawasan Ciletuh Geopark. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Keunikan dari air terjun ini adalah pemandangan alamnya yang indah, di sekitar air terjun ini tumbuh pepohonan yang hijau dan rindang. Dinamakan “sodong” karena di balik air terjun ini terdapat cekungan yang menyerupai sebuah gua. Dan dalam istilah bahasa sunda, cekungan yang menyerupai gua tersebut sering disebut sebagai

Batu Buaya

Batuan ini menyerupai bentuk kepala buaya dan lokasinya ditempug sekitar 3 menit menggunakan perahu dari batu badak. Sumber: http://ciletuhpalabuhanratugeopark.org/batu-buaya/

Komite Nasional Geopark Indonesia adalah wadah koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi antarlembaga pemerintah dalam rangka penetapan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, pengelolaan, serta pembinaan dan pengawasangeopark.

Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman
Jalan M.H. Thamrin No.8, Menteng, Jakarta Pusat
DKI Jakarta 10340, Indonesia

+6221 2395 1100 ext. 1571
idgeoparks@maritim.go.id
Anggota KNGI :