Photo Album Geopark Raja Ampat

Sumber gambar: https://papuabarat.antaranews.com/berita/854/raja-ampat-terdapat-delapan-jenis-burung-cenderawasih
Burung Cendrawasih

Koordinator Keanegaragaman Hayati dan Pengembangan Masyarakat Fauna dan Flora Internasional Indonesia Program (FFI-IP) Raja Ampat Maurits Kafiar mengatakan, kepulauan Raja Ampat terdapat delapan jenis burung cenderawasih yang bisa dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung. Menurut dia di Waisai, Senin, delapan jenis burung cenderawasih yang terdata di Kepulauan Raja Ampat adalah cenderawasih merah atau dengan nama latin paradisaea rubra, cenderawasih botak (respublica diphyllodes), cenderawasih kecil (paradisaea minor). Kemudian, cenderawasih bela rotan (diphyllodes magnificus), cenderawasih raja (cicinnurus regius), cenderawasi mati kawat (seleucidis melanoleuca), manokodia leher keriting, dan manokodia kilap. Dua diantara delapan jenis tersebut yakni, cenderawasih merah dan cenderawasih botak adalah jenis cenderawasih endemik Raja Ampat yang tidak ditemukan di daerah lain.

Burung Cendrawasih

Koordinator Keanegaragaman Hayati dan Pengembangan Masyarakat Fauna dan Flora Internasional Indonesia Program (FFI-IP) Raja Ampat Maurits Kafiar mengatakan, kepulauan Raja Ampat terdapat delapan jenis burung cenderawasih yang bisa dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung. Menurut dia di Waisai, Senin, delapan jenis burung cenderawasih yang terdata di Kepulauan Raja Ampat adalah cenderawasih merah atau dengan nama latin paradisaea rubra, cenderawasih botak (respublica diphyllodes), cenderawasih kecil (paradisaea minor). Kemudian, cenderawasih bela rotan (diphyllodes magnificus), cenderawasih raja (cicinnurus regius), cenderawasi mati kawat (seleucidis melanoleuca), manokodia leher keriting, dan manokodia kilap. Dua diantara delapan jenis tersebut yakni, cenderawasih merah dan cenderawasih botak adalah jenis cenderawasih endemik Raja Ampat yang tidak ditemukan di daerah lain.

Batu Pensil

Batu Pensil adalah salah satu gugusan pulau karang seperti pulau-pulau lain di sekitarnya. Namun, karena bentuknya yang unik inilah, maka pulau batu ini menjadi sorotan wisatawan dan dikenal luas hingga menjadi salah satu obyek yang ‘wajib’ dikunjungi ketika melancong ke Raja Ampat. Begitu seringnya obyek Batu Pensil menjadi tempat berfoto bagi para wisatawan, hingga pemerintah daerah Raja Ampat pun bersama warga setempat berinisiatif untuk membuat dermaga kecil di Batu Pensil dan beberapa pulau karang di sekitarnya. Dermaga-dermaga ini berguna bila ada kapal wisatawan yang ingin merapat untuk beberapa saat dan para wisatawan pun dapat mengabadikan keberadaan mereka di Batu Pensil yang ternama hingga mancanegara itu.

Puncak Harfat

Disinilah tempat yang cocok untuk menikmati pemandangan Pulau Misool. Namun untuk naik ke tempat ini membutuhkan banyak tenaga dan waktu yang tidak sebentar. Kini, jalanan untuk menuju ke Puncak Harfat sudah diberikan akses dalam bentuk anak tangga sehingga memudahkan naik ke atas. Ketika sampai pada puncaknya pengunjung akan dapat melihat keindahan luar biasa yang disajikan di depan mata.

Danau Ubur-Ubur Lenmakna

Danau Lenmakana memiliki tipe meromictic, yaitu danau dengan struktur perairan berupa lapisan bertingkat dengan tiap lapisan tidak tercampur secara alami. Disinilah habitat ubur-ubur tanpa sengat hidup. Luas Lenmakana 1,25 hektar dengan kedalaman 18 meter, terdalam diantara ketiga danau, dan jaraknya ke laut hanya 55,8 meter. Ada gua di sisi utara sebagai koridor penghubung dengan air laut atau danau lainnya.

Kolam Renang Cinta di Pulau Misool

Love Pool atau Kolam daun cinta merupakan kolam yang secara alami membentuk daun cinta di sisi dalamnya, Untuk melihat keindahan ini, pengunjung perlu melalui perjalanan dengan trekking yang lumayan sulit, namun setelah itu pengunjung dapat menikmati pemandangan yang luar biasa indahnya.

Keanekaragaman Hayati Bawah Laut

Raja Ampat merupakan salah satu dari 10 tempat menyelam terbaik yang dimiliki dunia. Bahkan, diakui sebagai perairan nomor satu di dunia yang memiliki flora fauna terlengkap di dunia. Seorang ahli karang, Dr. John Veron pernah menyebutkan dalam penelitiannya bahwa Raja Ampat mempunyai 450 jenis karang yang teridentifikasi masih dalam kondisi berkembang sangat baik. Sebuah lembaga Conservation International (CI) yang bekerjasama Lembaga Oseanografi Nasional (LON) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga pernah melakukan sebuah penelitian di tahun 2001 dan 2002. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Raja Ampat memiliki hampir 75% terumbu karang yang ada di seluruh dunia. Selain itu, perairan Raja Ampat adalah tempat tinggal dari 1000 lebih jenis ikan karang dan 700 jenis Moluska. Kesimpulan penelitian itu adalah tak satupun perairan dunia yang memiliki kondisi ini selain Raja Ampat. Wilayah Laut Raja Ampat meliputi lebih dari 85% dari keseluruhan area Raja Ampat. Kondisi ini berbanding terbalik dengan wilayah daratannya. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi Raja Ampat, khususnya di mata para penyelam. Adapun titik penyelaman yang terkenal di Raja Ampat antara lain adalah Cape Kri yang tidak jauh dari pulau Mansuar, Blue Magic yang mempunyai karang indah, atau wilayah perairan sekitar pulau Arborek yang merupakan habitat Ikan Pari Manta. Spesies ikan yang hidup di perairan ini melebihi jumlah spesies hewan daratnya. Para penyelam dunia begitu mencintai Raja Ampat karena kekayaan hayati yang dimiliki surga bawah lautnya hingga menyebut Raja Ampat sebagai Surga Bawah Laut Dunia. Banyak spesies hewan laut unik seperti wobbegong (sejenis ikan sotong/cumi-cumi), kuda laut mini, atau bahkan ikan-ikan besar seperti Hiu, Ikan Pari Manta, dan Ikan Duyung yang legendaris. Para penyelam juga sering menemukan dan berenang dengan kumpulan ikan Tuna, Giant Trevaly, atau Snappers. Bahkan, ikan berbahaya seperti Barakuda pun seringkali menemani para penyelam ketika menikmati indahnya ekosistem bawah laut Raja Ampat. Keanekaragaman yang dimiliki Laut Raja Ampat disebabkan oleh posisi wilayah ini yang berada di perairan antara 2 benua dan 2 samudera. Hal ini membuat banyaknya terjadi persilangan ekosistem dan spesies antara 2 wilayah besar Asia-Pasifik. Kondisi perairan Raja Ampat pun tergolong sangat baik bagi perkembangbiakkan ekosistem laut. Suhu permukaan laut berkisar sekitar 28 derajat Celsius dan di kedalaman tertentu mencapai 27 derajat Celsius. Selain itu, cahaya matahari pun dapat menembus kedalaman laut hingga 30 meter, tentu saja ini sangat baik bagi terumbu karang dan ikan-ikan laut Raja Ampat. Ekosistem terumbu karang di Raja Ampat pun mempunyai sifat khusus yang bisa mengelola makanan sendiri bagi organisme-organisme di dalamnya secara aktif. Padahal, ekosistem terumbu karang di Raja Ampat merupakan wilayah yang miskin unsur hara dan nutrisi (oligotropik). Keindahan dunia bawah laut Raja Ampat tidak perlu diragukan lagi. Raja Ampat merupakan sebuah aset besar bagi sukses pelestarian terumbu karang dan populasi ikan laut dunia. Kepulauan Raja Ampat memiliki peran penting bagi kelestarian alam dunia, oleh karena itu banyak sekali lembaga konservasi dunia yang mengarahkan fokus mereka pada tempat ini. Bahkan, bagi wisatawan mancanegara diperlukan ijin khusus untuk memasuki wilayah perariran Raja Ampat. Pemerintah Indonesia pun sudah mengeluarkan banyak pelarangan untuk menangkap ikan-ikan langka di Raja Ampat. Selain itu, berbagai upaya konservasi terumbu karang pun sudah dilakukan di beberapa tempat seperti Pulau Misool atau Waigeo. Semua ini merupakan upaya demi terciptanya kelestarian alam dunia yang dimulai dari Surga Bawah Laut Raja Ampat.

Kepulauan Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini. Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Raja_Ampat

Karst Wayag

Pulau Wayag adalah bagian dari Kabupaten Raja Ampat dan menjadi tujuan yang direkomendasikan untuk menikmati pemandangan laut yang indah dari Wayag Karst. Lokasinya berada di barat laut pulau Waigeo dan membutuhkan perjalanan perahu singkat untuk mencapainya. Menjadi objek populer di Pulau Wayag, karst terus memikat lebih banyak pengunjung. Kebanyakan dari mereka adalah fotografer dan turis biasa, sebenarnya. Faktanya adalah bahwa beberapa orang asing juga terlihat di lokasi selama liburan. Itu karena mereka ingin menyaksikan lanskap ikonis seperti itu secara langsung. Sumber: http://www.indonesia-tourism.com/west-papua/raja-ampat/wayag_karst.html

Komite Nasional Geopark Indonesia adalah wadah koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi antarlembaga pemerintah dalam rangka penetapan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, pengelolaan, serta pembinaan dan pengawasangeopark.

Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman
Jalan M.H. Thamrin No.8, Menteng, Jakarta Pusat
DKI Jakarta 10340, Indonesia

+6221 2395 1100 ext. 1571
idgeoparks@maritim.go.id
Anggota KNGI :
Sponsor APGN 2019 :
Trulli