Geopark & Perkembangannya

Geopark secara terminologi merupakan singkatan darigeological park atau dalam Bahasa Indonesia dimaknai sebagai taman bumi. Namun jika ditinjau lebih dalam, geopark merupakan suatu wilayah geografis yang terbentuk atas beberapa unsur diantaranya adalah situs warisan geologi (Geosite) dan kawasan dengan warisan geologi (Geoheritage) yang memiliki kawasan dengan keragaman geologi (Geodiversity), Kawasan dengan keanekaragaman hayati (Biodiversity), dan kawasan dengan keragaman budaya (Cultural Diversity).

Wilayah yang terbentuk atas beberapa elemen tersebut kemudian dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian rakyat. Dalam upaya pengelolaan kawasan, pemerintah daerah dengan masyarakat setempat bertanggung jawab untuk menjaga dan merawat kawasanGeopark.

Berdasar tingkatan status, kita mengenalGeopark Nasional dan UNESCOGlobal Geopark. Mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2019, Pasal 11GeoparkNasional merupakanGeopark yang telah memenuhi syarat menjadiGeoparkNasional serta telah ditetapkan oleh Menteri yang tugas dan fungsinya menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang geologi berdasarkan usulan dari PengelolaGeopark melalui Gubernur sesuai kewenangannya. Sementara itu UNESCOGlobal Geopark adalahGeopark yang telah memperoleh penetapan dari Badan Eksekutif UNESCO.

Perkembangan Geopark di Indonesia

Indonesia yang dikenal dunia sebagai “Zamrud Khatulistiwa”, karena kekayaan alamnya yang berlimpah mencakup aneka ragam sumber daya hayati dan nir-hayati (sumber daya geologi) yang tersebar luas di seluruh nusantara, baik di wilayah daratan maupun perairan. Menurut para ahli geologi dan kebumian lain, kekayaan tersebut disebabkan akibat posisi geografis Indonesia yang berada pada garis khatulistiwa dan posisi geologi Indonesia yang merupakan tempat berlangsungnya pertemuan (interaksi) antara 3 (tiga) mega lempeng dunia, yaitu : Lempeng Erusia yang relatif statis, Lempeng Indo-Australia yang relatif bergerak ke utara dengan kecepatan sekitar 6-8 cm/tahun menunjam dibawah Lempeng Erusia, dan Lempeng Pasifik yang relatif bergerak ke barat menunjam ke bawah lempeng Erusia. 

Secara komparatif terdapat 6 keunggulan pada alam dan budaya Indonesia, di antaranya:

Posisi Geografis dan Geologi

Posisi Indonesia dinilai sangat strategis, karena terletak di antara dua benua dan dua samudera Indonesia juga terletak diantara 3 mega lempeng benua.

Aspek Iklim, Udara dan Tanah

Iklim di Indonesia yang tropis, membuat suhu, kelembaban dan cuaca yang bersahabat sepanjang tahun. Sinar ultraviolet mataharinya pun rendah, dan terdapat kandungan oksigen yang tinggi dengan kualitas kesuburan tanah yang baik.

Negara Maritim

Indonesia memiliki lautan hangat terluas dengan 17 ribu lebih pulau-pulau membentuk ekosistem lautan dan variasi biota laut (termasuk ikan, kerang, teripang, rumput laut, agar-agar). Selain itu Indonesia juga memiliki pantai-pantai yang panjang, terumbu karang yang luas, dan potensi energi pasang surut arus laut sangat besar.

FenomenaGeodiversity

Indonesia memiliki variasi bentang alam terlengkap, diantaranya adalah gunungapi aktif , banyaknya ragam bentuk pantaiseperti landai berpasir, barbatu, pantai terjal- cliff, semenanjung, teluk, fyord, dan pulau-pulau. Adapun lembah, sungai, jeram-jeram, danau, jenis batuan dan fosil yang sangat beraneka ragam. Selain itu kawasan karst dengan berbagai bentukan gua aktif dan lorong fosil, juga banyak ditemukan di Indonesia.

FenomenaBiodiversity

Kekayaan sumber daya alam hayati di Indonesia diantaranya berupa hutan hujan tropis dataran rendah dengan keragaman flora dan fauna hutan terlengkap.

Fenomena Budaya

Tak hanya kekayaan alam, kekayaan budaya di Indonesia juga beragam. Hal ini tercermin dari keberadaan ratusan etnis dengan berbagai bahasa, pakaian, kesenian, kuliner dan kearifan lokal yang berbeda, keramah tamahan yang melayani dan toleran.

Sejak tahun 2008 Indonesia telah mengembangkan konsepgeopark sebagai salah satu pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki. Hingga saat ini Indonesia telah memiliki 8 kawasan Geopark Nasional dan 4 kawasan UNESCO Global Geopark.

Telah banyak kemajuan dan perkembagan pada kawasan-kawasan tersebut. Mulai dari sisi konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, bahkan telah memberi dampak signifikan pada Kawasan sekitar geoparktermasuk pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Hingga Bulan Juni 2016, data yang dihimpun oleh TimTask Force RMGG, Kementerian ESDM menunjukan bahwa kunjungan pada kawasan-kawasan geopark di Indonesia sebesar 5.624.493 orang kunjungan domestik dan 642.000 orang kunjungan mancanegara, dengan peredaran uang di kawasan geopark tersebut sebesar lebih dari Rp.3,5 Triliun.

Komite Nasional Geopark Indonesia adalah wadah koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi antarlembaga pemerintah dalam rangka penetapan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, pengelolaan, serta pembinaan dan pengawasangeopark.

Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman
Jalan M.H. Thamrin No.8, Menteng, Jakarta Pusat
DKI Jakarta 10340, Indonesia

+6221 2395 1100 ext. 1571
idgeoparks@maritim.go.id
Anggota KNGI :