Sumber gambar:
Sumber gambar:

Geopark Karst Maros Pangkep

Karst Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan merupakan salah satu kawasan karst yang mempunyai bentang alam yang unik dan khas yang biasa disebut tower karst dengan bentuk bentang alam (geomorfologi) kawasan kars Maros-Pangkep pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan, dan sistem perguaan.Sinkhole dengan diameter yang besar dan volume mencapai 3 juta m3. Ratusan gua-gua yang pernah di tinggali oleh manusia prasejarah. Formasi batugamping berumurEosen-Miosen yang diterobos oleh intrusi basalt membentukColumnar Joint.

Bukit-bukit kapur menjulang tegak dengan tebing-tebing yang menantang sebagai suatu fenomena geologi yang diakui oleh banyak pakar memiliki nilai yang sangat tinggi oleh ragam mega- biodiversity yang khas, unik dan endemik. Gua-gua kars menjadi habitat flora - fauna langka, juga menyimpan jejak-jejak kehidupan manusia prasejarah, hal ini menjadi situs purbakala yang masih asli. Tempat hidup spesies kupu-kupu, mendapatkan julukan “Kingdom of Butterfly”.

Tidak hanya kemegahan tebing-tebing dengan pemandangan yang indah, wilayah Kars Maros Pangkep juga menyimpan banyak kekayaan alam. Menurut catatan UNESCO, wilayah Kars Maros Pangkep merupakan habitat alami dari flora dan fauna, yang diantaranya terancam punah. Seperti tumbuhan Bintangur, Beringin, Enau, Nyato, Kayu Hitam, dan Sappang. Sedangkan hewan unik yang berhabitat di wilayah ini misalnya, Lebah Gua, Kera Hitam, Kus-kus, jenis Kupu-kupu langka, Kadal Besar, Udang Gua, Kalajengking Gua, dan beberapa jenis ikan. Ekosistem ini harus segera dijaga dan dilestarikan demi ilmu pengetahuan untuk generasi selanjutnya.

Hasil-hasil kebudayaan masyarakat setempat sangat beragam. Misalnya Gula Coklat, yang bahan dasarnya diambil dari Pohon Lontar dan Pohon Enau. Alat-alat untuk membuat Gula Coklat tersebut juga dibuat dari alam sekitar, seperti daun Palem dan daun Rumbia. Anda juga bisa menemui peralatan tradisional lainnya yang dibuat dari bahan-bahan alami. Seperti Tas Kepala, tempat nasi dari kayu, penutup kepala (Saraung), dan kerajinan lainnya.

Beberapa upacara adat yang diselenggarakan masyarakat tersebut juga termasuk unik. Misalnya Tudang Sipulung, yaitu ritual dimulainya masa tanam padi. Pada masa panen juga ada upacara adat yaitu Mappadendang. Dalam ritual ini juga dilaksanakan pesta perjodohan, dimana para gadis dan para pemuda saling bertemu dan akhirnya menikah.

UNESCO juga mencatat sedikitnya 12 tarian yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Tarian-tarian tersebut biasanya dipentaskan dalam berbagai upacara adat. Anda juga bisa menyaksikan perayaan Lebaran, perayaan Maulud Nabi, serta Festival Menghias Perahu.

 

sumber: Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Geopark Indonesia, Badan Geologi

Komite Nasional Geopark Indonesia adalah wadah koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi antarlembaga pemerintah dalam rangka penetapan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, pengelolaan, serta pembinaan dan pengawasangeopark.

Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman
Jalan M.H. Thamrin No.8, Menteng, Jakarta Pusat
DKI Jakarta 10340, Indonesia

+6221 2395 1100 ext. 1571
idgeoparks@maritim.go.id
Anggota KNGI :