Sumber gambar:

Wisata Alam Lumpur Lapindo

Sudah 13 tahun terhitung sejak tanggal 29 Mei 2006 Lumpur Lapindo sudah menjadi bagian dari kota Sidoarjo. Lumpur lapindo merupakan fenomena alam berupa ledakan tanggul lumpur yang menenggelamkan 16 desa di tiga kecamatan di Sidoarjo, Jawa Timur. Seiring berjalannya waktu, kini fenomena alam ini telah disulap menjadi objek pariwisata yang tidak kalah menarik apabila disandingkan dengan objek pariwisata yang lainnya. Hanya dengan bermodalkan tempat yang strategis kini Wisata Lumpur Lapindo menjadi objek pariwisata yang digandrungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Apabila ingin berkunjung ke Wisata Lumpur Lapindo pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar karena hingga saat ini tempat ini masih dioperasikan dan dikelola langsung oleh warga sekitar bahkan sebagian warga sekitar menjadikan hal ini sebagai mata pencaharian mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pengunjung hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp. 15.000 untuk biaya parkir kendaraan karena biaya masuk tidak dipungut biaya alias gratis. Jika pengunjung ingin menjelajah dengan mendekati pusat semburan lumpur yang berada di tengah area, pengunjung dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 25.000 untuk jasa ojek.

Sudah 13 tahun terhitung sejak tanggal 29 Mei 2006 Lumpur Lapindo sudah menjadi bagian dari kota Sidoarjo. Lumpur lapindo merupakan fenomena alam berupa ledakan tanggul lumpur yang menenggelamkan 16 desa di tiga kecamatan di Sidoarjo, Jawa Timur.

Seiring berjalannya waktu, kini fenomena alam ini telah disulap menjadi objek pariwisata yang tidak kalah menarik apabila disandingkan dengan objek pariwisata yang lainnya. Hanya dengan bermodalkan tempat yang strategis kini Wisata Lumpur Lapindo menjadi objek pariwisata yang digandrungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Apabila ingin berkunjung ke Wisata Lumpur Lapindo pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar karena hingga saat ini tempat ini masih dioperasikan dan dikelola langsung oleh warga sekitar bahkan sebagian warga sekitar menjadikan hal ini sebagai mata pencaharian mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pengunjung hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp. 15.000 untuk biaya parkir kendaraan karena biaya masuk tidak dipungut biaya alias gratis. Jika pengunjung ingin menjelajah dengan mendekati pusat semburan lumpur yang berada di tengah area, pengunjung dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 25.000 untuk jasa ojek.

Komite Nasional Geopark Indonesia adalah wadah koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi antarlembaga pemerintah dalam rangka penetapan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, pengelolaan, serta pembinaan dan pengawasangeopark.

Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman
Jalan M.H. Thamrin No.8, Menteng, Jakarta Pusat
DKI Jakarta 10340, Indonesia

+6221 2395 1100 ext. 1571
idgeoparks@maritim.go.id
Anggota KNGI :