Sumber gambar: https://situsbudaya.id/museum-tambang-batubara-ombilin-sumatera-barat/

Tambang Batubara Ombilin Selangkah Lagi Menuju Warisan Dunia

Situs penambangan batubara Ombilin di Sawahlunto sedang dalam masa transisi perubahan status Geopark Nasional menjadi UNESCO Geopark Nasional. Sejak 9 Februari 2019,International Council of Monument and Site (Icomos) dan Kementrian Pendidikan Kebudayaan RI telah memulai kegiatan penilaian lokasi, dan saat ini sedang diajukan pengusulan ke UNESCO sebagai nominasi Warisan Budaya Dunia.

Kunjungan tersebut diikuti dengan kunjungan Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Geopark didampingi oleh perwakilan PT Bukit Asam Unit Penambangan Ombilin (PT BA UPO) dan Pemerintah Kota Sawahlunto ke Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) pada 23 April 2019. Kunjungan ke BDTBT dilakukan masih dalam rangka persiapan pengusulan Geopark Nasional Sawahlunto menjadiUNESCO Global Geopark.

Rangkaian tersebut ditindaklanjuti kembali oleh Ditjen IDP Kementerian Luar Negeri dengan menyelenggarakan acara Updates from the Region (UFTR) dan menjadikan pembahasan Tambang Batubara Ombilin sebagai agenda pertemuan (2/5).

KegiatanUpdates from the Region (UFTR) merupakan salah satu kegiatan regular yang diadakan oleh Ditjen IDP Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, dengan tujuan mendorong potensi daerah kepada pihak luar negeri. Bertemakan “One Day in Ombilin-Sawahlunto”, acara ini dihadiri oleh sejumlah duta besar negaraWorld Heritage Center (WHC) UNESCO dan perwakilan diplomatik dari negara sahabat lainnya. Gubernur Sumatera Barat beserta tujuh bupati dan jajaran terkait turut hadir pula dalam kesempatan tersebut.

Dalam acara dibahas bahwa Tambang Batubara Ombilin memiliki tigaoutstanding universal values yang layak diperhitungkan untuk menjadi salah satu situs warisan dunia.

Pertama, Warisan Tambang Ombilin menunjukkan perkembangan teknologi perintis abad ke-19 yang menggabungkan antara ilmu teknik pertambangan bangsa Eropa dengan kearifan lingkungan lokal, praktik tradisional, dan nilai-nilai budaya dalam kegiatan penambangan batubara yang dimiliki oleh masyarakat Sumatera Barat. 

Kedua, hubungan sistemik industri tambang batubara, sistem perkeretaapian, dan pelabuhan berperan penting bagi pembangunan ekonomi dan sosial di Sumatera dan di dunia. Perpaduan antara pendekatan unik metode fusion dan hubungan sistemik ini bahkan diadopsi oleh tambang batu bara di Afrika Selatan pada pendudukan Belanda di sana.

Ketiga, nominasi Ombilin menggambarkan dinamisnya interaksi sosial dan budaya antara dunia timur dan barat, yang berhasil mengubah daerah tambang terpencil menjadi perkotaan dinamis dan terintegrasi, yang terdiri dari masyarakat multietnis dan multiagama.

Melalui agenda UFTR, pemerintah memanfaatkan momentum untuk menggalang dukungan atas penominasian Tambang Batubara Ombilin, yang akan dibahas pada PertemuanWorld Heritage Commitee (WHC) UNESCO ke-43 di Baku, Azerbaijan, pada tanggal 30 Juni – 10 Juli 2019. (HEZ,KK,AAH)

 

Sumber:

  1. https://bpsdm.esdm.go.id/id/berita/komitmen-bdtbt-dalam-pengembangan-geopark-nasional-sawahlunto-menuju-unesco-global-geopark
  2. https://portal.sawahluntokota.go.id/2263-2/
  3. https://kemlu.go.id/portal/id/read/234/berita/tambang-ombilin-menuju-warisan-dunia-kemlu-galang-dukungan

Komite Nasional Geopark Indonesia adalah wadah koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi antarlembaga pemerintah dalam rangka penetapan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, pengelolaan, serta pembinaan dan pengawasangeopark.

Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman
Jalan M.H. Thamrin No.8, Menteng, Jakarta Pusat
DKI Jakarta 10340, Indonesia

+6221 2395 1100 ext. 1571
idgeoparks@maritim.go.id
Anggota KNGI :